Banyak orang tua khawatir ketika melihat kulit atau mata bayi baru lahir tampak menguning. Namun perlu diketahui bahwa kondisi ini cukup umum terjadi dan tidak selalu berbahaya. Warna kuning pada bayi disebabkan oleh penumpukan bilirubin dalam tubuh. Pada bayi baru lahir, hati masih berkembang sehingga proses pembuangan bilirubin belum sempurna.
Kondisi ini dikenal sebagai ikterus pada bayi baru lahir atau neonatal jaundice.
Normal atau Tidak? Kenali Bedanya
Tidak semua bayi kuning memerlukan penanganan medis. Ada dua jenis kondisi yang perlu diperhatikan:
Kuning Fisiologis (Normal)
- Muncul mulai hari ke-2 atau ke-3 setelah lahir
- Tidak terlalu pekat dan berangsur hilang dalam 1–2 minggu
- Bayi tetap aktif dan menyusu dengan baik
- BAB dan BAK normal
Kondisi ini merupakan proses alami dan biasanya membaik dengan sendirinya.
Kuning Patologis (Perlu Diperiksa)
Perlu diwaspadai jika:
- Muncul pada hari pertama lahir
- Warna kuning semakin pekat dan cepat menyebar
- Bayi tampak lemas atau sulit menyusu
- BAB dan BAK berkurang
- Kuning bertahan lebih dari 2 minggu
Pada kondisi ini, dokter perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Benarkah Jemur Bayi Cukup Menghilangkan Kuning?
Banyak yang beranggapan bahwa menjemur bayi di bawah matahari adalah solusi utama mengatasi kuning. Faktanya, cara ini tidak cukup untuk menurunkan kadar bilirubin dalam tubuh.
Alasannya sederhana: bilirubin keluar melalui BAB dan pipis, bukan lewat kulit. Menjemur bayi tidak serta-merta membuat bayi lebih sering buang air besar atau buang air kecil.
Yang paling penting adalah memastikan bayi mendapat asupan cairan yang cukup.
Solusi utama: beri ASI atau susu lebih sering
Memberi makan lebih sering akan membantu bayi mengeluarkan bilirubin secara alami melalui proses metabolisme dan pembuangan.
Kapan Orang Tua Harus Membawa Bayi ke Dokter?
Jika bayi tampak kuning, lakukan beberapa pemantauan berikut:
- Pastikan bayi menyusu 8–12 kali per hari
- Perhatikan apakah bayi tetap aktif
- Pantau apakah warna kuning berkurang dari hari ke hari
Segera konsultasikan ke dokter jika terdapat tanda-tanda bahaya seperti:
- Warna kuning semakin parah
- Bayi tampak mengantuk terus, sulit dibangunkan
- Tidak mau menyusu
- BAB/BAK jarang atau berkurang
- Kuning tidak membaik dalam dua minggu
Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mencegah komplikasi pada organ tubuh bayi. Bayi kuning merupakan kondisi yang sering terjadi dan bisa bersifat normal. Namun orang tua tetap perlu peka dalam mengenali tanda bahaya. Langkah terbaik adalah segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi bayi tetap sehat dan ditangani secara tepat.
Jika Sahabat Permata menemukan bayi kuning di rumah, jangan menunggu sampai kondisi memburuk. Pemeriksaan sejak dini akan memberi perlindungan terbaik untuk tumbuh kembang si Kecil.