Approved by: dr. Ines Damayanti, Sp.KJ (Psikiatri)
Merasa khawatir, takut, atau cemas adalah bagian dari hidup yang dialami setiap orang. Cemas merupakan respon alami tubuh ketika menghadapi situasi menantang. Namun, bagaimana bila rasa cemas itu muncul berlebihan, sulit dikendalikan, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari?
Banyak orang masih menganggap kecemasan bisa hilang hanya dengan “lebih banyak berdoa” atau “jangan dipikirkan”. Padahal, gangguan kecemasan (anxiety disorder) merupakan kondisi medis yang nyata dan perlu diperhatikan dengan serius.
Cemas Biasa vs Gangguan Kecemasan
Ada beberapa perbedaan penting yang perlu dikenali:
| Cemas Biasa | Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder) |
|---|---|
| Muncul pada situasi tertentu (misalnya sebelum ujian, wawancara) | Muncul tiba-tiba, tanpa pemicu jelas |
| Bersifat sementara | Bertahan lama (mingguan hingga bulanan) |
| Tidak mengganggu aktivitas harian | Mengganggu fungsi tubuh dan aktivitas sehari-hari |
| Bisa diredakan dengan istirahat | Tetap intens meski sudah mencoba menenangkan diri |
| Tidak menyebabkan keluhan fisik signifikan | Menyebabkan gangguan fisik seperti sulit tidur, sulit makan, jantung berdebar, gemetar, sesak, hingga sulit berkonsentrasi |
Saat kecemasan menyerang, ada dua teknik yang dapat membantu menenangkan tubuh dan pikiran:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Teknik ini membantu kita kembali fokus pada keadaan saat ini.
Related Doctor
Psikiatri
Summarecon Bekasi
Jl. Boulevard Ahmad Yani Kav. 008, Harapan Mulya
Kota Bekasi, Jawa Barat 17143